Menikmati Hidup
Sebuah cita cita saya yang sangat sederhana,yaitu menjalani hidup dengan senyum,menikmati setiap apa yang terjadi. Tanpa beban yang membuat sempit paradigma saya. Sebuah cita cita yang terdengar sederhana,tapi begitu berat bagi saya untuk meraihnya. Saya terjebak dalam lalu lintas peradaban kota,menyiksa saya dengan kebutuhan mutlak atas uang. Semua penghargaan,hanya ada dalam mata uang. Saya seperti seorang abdi uang,yang bisa diombang ambingkan jatidiri saya oleh uang. Sebuah kisah klise,semua pasti mengalami. Lalu kerinduan itu muncul,kerinduan yang teramat sangat kepada masalalu,kepada jatidiri sejati,kepada saya sebelum saya terjerembab dalam dunia uang sekarang. Kepada kesederhanaan berfikir,bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu samasekali bukan hanya uang. Namun kebutuhan dasar manusia adalah sandang,papan,pangan. Kebutuhan itulah yang akhirnya membawa identitas saya semakin kabur,mengikuti keinginan keinginan yang tak pernah sesuai dengan batas saya sebagai manusia. Menyesal,itu ...